13 Keutamaan Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari yang paling mulia dalam satu tahun sebagaimana hari jum’at adalah hari yang paling mulia dalam satu minggu. Hari Arafah atau tanggal 9 Dzulhijjah 1444 tahun ini di Indonesia jatuh pada hari Rabu, 28 Juni 2023.


Hari Arafah memiliki banyak sekali keutamaan. Di antaranya adalah:

1. Hari Arafah adalah hari diturunkannya firman Allah ta’ala:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا (المائدة: 3)

Maknanya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan kaidah-kaidah (dasar-dasar) agamamu untukmu wahai umat Muhammad, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS al Maidah: 3)

2. Hari Arafah adalah hari yang paling utama sepanjang tahun. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَفْضَلُ الْأَيَّامِ يَوْمُ عَرَفَةَ (رواه ابن حبان في صحيحه)

Maknanya: “Hari yang paling utama adalah hari Arafah.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahih Ibn Hibban)

3. Hari Arafah adalah hari yang Allah bersumpah dengannya. Allah bersumpah dengan apa yang ia kehendaki dari makhluk-Nya, dan Ia tidak bersumpah kecuali dengan sesuatu yang ada manfaatnya. Allah ta’ala bersumpah dalam firman-Nya:

وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍ (البروج: 3)

Maknanya: “Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan” (QS al Buruj: 3)

at Tirmidzi dan lainnya meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Yang dimaksud hari yang disaksikan adalah hari Arafah, dan hari yang menyaksikan adalah hari Jum’at.” (HR at Tirmidzi)

Allah ta’ala juga bersumpah dalam firman-Nya:

وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2) وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (3) (الفجر: ١ – ٣)

Maknanya: “Demi waktu fajar. Demi sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Demi hari raya qurban dan demi hari arafah” (QS al-Fajr: 1-3)

4. Hari Arafah adalah satu di antara hari-hari pada empat bulan haram atau empat bulan yang dimuliakan. Empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ (التوبة: 36)

Maknanya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab)” (QS at-Taubah: 36)

5. Hari Arafah adalah salah satu hari dari bulan-bulan haji. Bulan-bulan haji adalah Syawwal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah. Tidak sah ihram untuk haji pada selain waktu tersebut. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ (البقرة: 197)

Maknanya: “Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi (ditentukan)” (QS al-Baqarah: 197)

6. Hari Arafah adalah salah satu hari dari hari-hari  ma’lumat (hari-hari yang ditentukan) yang Allah perintahkan kepada kita untuk memperbanyak ibadah di dalamnya. Allah ta’ala berfirman:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ (الحج: 28)

Maknanya: “Dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan” (QS al Hajj: 28)

Menurut Ibnu ‘Abbas, hari-hari yang ditentukan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

7. Hari Arafah adalah hari raya bagi orang-orang yang melakukan wukuf sebagaimana disabdakan oleh baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

إنَّ يومَ عرفةَ ويومَ النَّحرِ وأيَّامَ التَّشريقِ عيدُنا أَهْلَ الإسلامِ (رواه الترمذي وغيره)

Maknanya: “Sesungguhnya hari Arafah, hari raya kurban dan hari-hari tasyriq adalah hari raya kita, umat Islam” (HR at Tirmidzi dan lainnya)

8. Hari Arafah adalah hari dilakukannya wukuf di tanah Arafah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الحَجُّ عَرَفَةُ (رواه الترمذي والنسائي)

Maknanya: “Sesungguhnya haji tidaklah sah tanpa wuquf di tanah Arafah” (HR at Tirmidzi dan an Nasa’i)

9. Hari Arafah adalah hari yang Allah mengampuni di dalamnya dosa dan membebaskan dari neraka orang-orang yang Ia kehendaki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ ‏‏عَرَفَةَ (رواه مسلم)

Maknanya: “Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba dari neraka sebanyak yang Ia bebaskan pada hari arafah” (HR Muslim)

10. Puasa hari Arafah adalah sebab terampuninya dosa-dosa dua tahun. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ (رواه مسلم)

Maknanya: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya” (HR Muslim)

Puasa Arafah disunnahkan bagi orang yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sedangkan orang yang sedang menunaikan ibadah haji, tidak disunnahkan baginya berpuasa. Karena haji adalah ibadah fisik, bisa jadi puasa akan menyebabkan lemahnya fisik.

11. Orang yang mampu menjaga pendengaran, penglihatan dan lisannya pada hari Arafah dari perkara haram, maka dosa-dosanya diampuni. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang hari

إِنَّ هذَا يَوْمٌ مَنْ مَلَكَ فِيْهِ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ وَلِسَانَهُ غُفِرَ لَهُ (رواه الإمام أحمد في المسند)

Maknanya: “Sesungguhnya ini adalah hari saat seseorang mampu mengendalikan (menjaga dari perkara haram) di dalamnya pendengarannya, penglihatannya dan lisannya, maka diampuni dosa-dosanya.” (HR Imam Ahmad dalam al Musnad)

12. Hari Arafah adalah hari yang doa di dalamnya tidak seperti doa pada hari-hari yang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ (رواه الترمذي)

Maknanya: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah” (HR at Tirmidzi)

Pada hari Arafah, kita perbanyak doa:

اللهم أَعْتِقْ رَقَبَتِيْ مِنَ النَّارِ وَأَوْسِعْ لِي مِنَ الرِّزْقِ الْحَلَالِ وَاصْرِفْ عَنِّي فَسَقَةَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ

“Ya Allah, bebaskanlah aku dari siksa api neraka, lapangkanlah untukku rezeki yang halal dan jauhkanlah diriku dari golongan jin dan manusia yang fasiq.”

13. Hari Arafah adalah hari ternistanya Syetan, karena pada hari itu ia melihat betapa banyak hamba-hamba Allah yang bertadlarru’ kepada Allah dan betapa banyak Allah mengampuni dosa para hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا رُؤِيَ الشَّيْطَانُ يَوْمًا هُوَ فِيْهِ أَصْغَرُ، وَلَا أَدْحَرُ وَلَا أَحْقَرُ، وَلَا أَغْيَظُ مِنْهُ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ (رواه الإمام مالك)

Maknanya: “Tidaklah syetan terlihat lebih terhina, lebih terusir, lebih ternista dan lebih marah kecuali pada hari arafah” (HR Imam Malik)

Marilah kita perbanyak ibadah dan amal shalih pada hari Arafah. Kita lakukan puasa Arafah dan kita ajak keluarga dan anak-anak kita untuk berpuasa Arafah. Kita perbanyak tahlil, takbir, tahmid, tasbih dan dzikir-dzikir yang lain. Kita perbanyak sedekah dan kita sibukkan diri kita dengan ilmu agama, baik mempelajarinya atau pun mengajarkannya. Jika kita masih diberi kesempatan untuk beribadah dan memperbanyak amal shalih pada hari Arafah tahun ini, kita tidak tahu apakah kita masih menjumpai hari Arafah tahun depan.

Semoga Allah ta’ala menerima semua ketaatan kita, menganugerahkan kekuatan kepada kita untuk memperbanyak amal kebaikan, menurunkan rahmat-Nya kepada kita, mengampuni dosa-dosa kita dan membebaskan kita dari api neraka. Amin ya Rabbal’alamin.

Posting Komentar

0 Komentar

Slider Parnert

Subscribe Text

Penerimaan Peserta Didik Baru (ppdb)